0

Quote Favorite Buku

 Beberapa Quote Yang aku sukai dari Beberapa buku







# Lelaki yang masih mempersoalkan tampang adalah lelaki yang jiwanya miskin. Melihat perempuan hanya pada manfaat bukan martabat.
(Ca Bau Kan, Remy Silado)





#Apa otakmu miring?
Kamu mengerti tentang bentuk pengandaian bahasa Inggris!
Kamu memahami jajaran angka matematik, bisa baca marxis!
Kenapa yang begitu kamu tidak paham?
Kenapa kamu tanyakan lagi?
Apa kamu mau menyuruh perempuan mengatakannya?

Karena aku lebih menyukaimu daripada kepada dia!
Akupun mau menyukai laki-laki yang lebih tampan.
Tapi apa boleh buat karena aku sudah menyukaimu! 


(Haruki Murakami , norwegian wood)


# "Cinta itu subversif"
PERANG [Rama Wirawan]


“#cinta itu rumit, ya…”
“membingungkan”
“tanpa kompas”
“tanpa manual”
“tanpa petunjuk yang jelas”
“…dan kita tersesat di dalamnya.”
SOULMATE.COM [Jessica Huwae]

#Cinta itu segalanya, selama ada cinta kita tidak perlu takut kematian. Kematian tidak akan dapat menghancurkan cinta. Semua cinta yang ada tetap eksis. Kita hidup selamanya dalam jiwa setiap orang yang pernah kita sentuh dengan cinta.
LAST DIMSUM [Clara Ng]

#Cinta adalah sebentuk penyakit. Cinta mengubah orang, membuat mereka bertingkah dan berperilaku aneh serta tidak rasional.
POPE JOAN [Donna Woolfolk Cross]

#Cinta itu tak masuk akal…semakin kau mencintai seseorang semakin pikiranmu menjadi tak rasional.
Cinta itu memberi orang kekuatan untuk menghancurkanmu.
NEWMOON [Stephanie Meyer]

#Cinta dan gila samar bedanya.
EDENSOR [Andrea Hirata]

#Apa itu cinta? Prek! Cinta itu kan omongan orang-orang zaman sekarang setelah nonton TV.
Mereka cuma ikut-ikutan ngomong, padahal juga nggak tahu apa itu cinta.
ENTROK [Okky Madasari]

#"Cinta adalah ruang tak terduga..." (Mev, Aku Mengkhianatimu. Maaf...--dalam kumpulan Cerpen Dari Mana Datangnya Mata--Veven Sp. Whardana; )

#"..Cinta itu mengikat sekaligus memisahkan..."
...sesungguhnya cinta tak pernah mau dicampur dengan dendam...
Memang cinta tak itu tak boleh dibatasi oleh apapun, apalagi oleh keinginan untuk memiliki. Cinta mestinya seperti samudra yang tanpa batas sanggup menanggung apa saja, juga duka dan rindu karena tak bisa memiliki kekasih yang dicinta... (Putri Cina-Shindunata)

#Cinta adalah perangkap. ketika ia muncul kita hanya melihat cahayanya, bukan sisi gelapnya.

#Aku pernah jatuh cinta sebelumnya. Rasanya seperti narkotik. Mula-mula mendatangkan euforia penyerahan diri, lalu berikutnya kau menginginkan lebih banyak. Kau belum kecanduan, tapi kau menyukai sensasinya dan kau masih bisa mengendalikan semuanya. Kau memikirkan orang yang kau cintai selama 2 menit dan melupakannya selama 3 jam.Tapi kemudian kau terbiasa dengan orang itu, dan mulai bergantung sepenuhnya pada mereka. Sekarang kamu memikirkannya 3 jam & melupakannya selama 2 menit. Kalau ia tak ada, kau merasa seperti pecandu yg selalu membutuhkan morfin. Dan seperti halnya pecandu yg akan mencuri & mempermalukan diri sendiri demi memenuhi kebutuhan mereka. Kau pun bersedia melakukan apa saja demi cinta.


#Cinta adalah kecanduan yang berbahaya. Cinta mengubah kita menjadi orang yang bukan diri kita. membuat kita menderita, dan membuat kita melakukan hal-hal yang mustahil. merusak kita untuk semua yang lain.
Cinta bukan suatu persamaan, cinta bukan suatu kontrak, dan bukan suatu akhir bahagia. Cinta adalah papan tulis di bawah kapur tulis, tanah darimana gedung-gedung muncul dan oksigen dalam udara. Cinta adalah tempat aku kembali, kemanapun aku pergi
VANISHING ACT
[Jody Picoult]
  "Cinta itu juga seperti arsitektur, tidak bisa dipahami hanya dengan diceritakan, harus dirasakan/diselami untuk bisa disimpulkan."
(Madre - Dewi Lestari)

  

Read more
0

[Story] Demi sang kakak

   
Quote:Sekedar renungan kita bersama di bulan yang suci ini, ane pengen share cerita yang mungkin bisa membuat agan/sista . Saran ane, mohon dipersiapkan tissue 2 bungkus sebelum membacanya. +KASKUS  
    Quote:Demi sang kakak, Adiknya rela bekerja banting tulang. Berikut Cerita Nyata Demi Bagaimana kisah pengorbanan sang Adik kepada Kakaknya (Kisah Nyata/ True Story) selengkapnya


Quote:
Quote:Angella dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya. “Siapa yang mencuri uang itu?” Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, “Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!” Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi- tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, “Ayah, aku yang melakukannya!” Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, “Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!”

Quote:Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, “Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi.” Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat,tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.

Quote: Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama,saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, “Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik… hasil yang begitu baik…” Ibu mengusap airmatanya yang mengalir dan menghela nafas, “Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?” Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, “Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku.” Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. “Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!” Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, “Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini.” Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas. Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: “Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang.” Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.
Quote:Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas). Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, “Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!” Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, “Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?” Dia menjawab, tersenyum, “Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?” Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu- debu dari adikku semuanya, dan tersekat- sekat dalam kata-kataku, “Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu…” Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, “Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu.” Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.
Quote:Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana- mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. “Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!” Tetapi katanya, sambil tersenyum, “Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu..” Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya. “Apakah itu sakit?” Aku menanyakannya. “Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu- batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan…” Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.
Quote:Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, “Kak, jagalah mertuamu saja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.” Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi. Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, “Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?” Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. “Pikirkan kakak ipar–ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?” Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: “Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!” “Mengapa membicarakan masa lalu?” Adikku menggenggamtanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.
Quote:Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, “Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?” Tanpa berpikir ia menjawab, “Kakakku.” Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. “Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku.Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya.” Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, “Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku.” Semoga Cerita Kisah Nyata yang inspiratif dan Mengharukan di atas dapat kita ambil hikmah dan pelajaran yang terkandung di dalamnya. Terima kasi
Read more
0

[Story] Sayangi lah mereka selagi ada


  
Penasaran? Apa sih kira kira yang buat agan/aganwati itu nangis? Masih mau lanjut baca?
Oke,
Mohon disimak
 
  
Quote:
Spoilerfor Masih mau lanjut baca? Buka aja gan. Tapi awas nangis :D:


Baca cerita ini dulu gan
Spoilerfor dibaca dulu ya:







Sebuah foto yang dipasang di akun Facebook milik Zander & Breck Photography sedang membuat gempar dunia maya. Pasalnya, foto wedding yang diposting oleh mereka kali ini cukup mengharukan dan menyentuh hati.

Foto tsb merupakan foto klien Kari Wieringa, dari Zander & Breck Photography di mana seorang pengantin sedang menyandarkan kening di makam ayahnya sambil membawa buket bunga.

Lengkap dengan gaun yang dikenakan, wanita tersebut sengaja menyisipkan acara kunjungan ke makam ayah di hari H pernikahannya.

"Aku hanya ingin memiliki sejenak waktu di hari pernikahanku, sehingga aku bisa merayakannya dengannya, dan merasakan kehadirannya di hari bahagiaku," ungkap si pengantin, yang bernama Paige Eding, 23 tahun.











Tangis haru justru mewarnai prosesi ini, karena keluarga yang menyaksikan dari kejauhan begitu tersentuh melihat momen cinta ayah dan anak ini. Sekalipun sudah meninggal, si pengantin wanita ingin agar ayahnya tahu dan bisa beristirahat tenang karena akhirnya ia menikah dan berbahagia.

Ayah Eding meninggal karena infeksi paru-paru pada Desember 2011, di usianya yang baru menginjak 45 tahun. Kontan saja, hal ini cukup memukul Eding. Karena ia berharap ayahnya dapat menggandeng tangannya dan menyerahkan putri kesayangannya di depan altar pernikahan. Momen itu adalah momen impian setiap pengantin wanita di hari pernikahannya, yang ternyata tak bisa dimiliki oleh Eding.

Semoga berbahagia ya Eding, dan semoga ayah damai di sana






Udah dibaca cerita Eding? Mengharukan banget yah :')
Next, buffer video ini ya, wajib



Tonton wajib :)

Quote:











Ini sedikit "renungan" lagi tentang orang tua gan, wajib dibaca juga
Spoilerfor -:

Anakku,
Ketika aku tua,
aku berharap kau mengerti dan sabar padaku.
Ketika aku memecahkan piring atau menjatuhkan sop dari meja karena penglihatanku berkurang.
Aku berharap kamu tidak berteriak memarahiku,
Orang yang sudah tua sangat sensitif.
Milikilah belas kasih ketika kamu harus berteriak marah.


Ketika lisanku berkurang dan aku tidak bisa mendengar apa yang kamu katakan,
Aku berharap kamu tidak berteriak padaku, “Ulangi apa yang kamu katakan atau tuliskan!”
Aku minta “maaf” anakku.
Aku “menua”.


Ketika lututku melemah, aku berharap kamu sabar membantuku berdiri.
Seperti dulu aku melakukannya padamu, ketika kamu kecil,
Ketika kamu belajar bagaimana berjalan.
Mohon tahan terhadapku.


Ketika aku tetap mengulangi perkataanku mengenai ingatan-ingatanku yang salah.
Aku berharap kamu tetap mendengarkanku.
Aku mohon jangan menertawaiku atau tidak suka mendengarkanku.


Kamu ingat ketika kamu kecil dan ingin balon?
Kamu begitu bertingkah berlebihan, melakukan apapun dan menangis,
sampai kamu mendapatkan apa yang kamu mau.



Aku mohon, maafkan bauku juga.
Bauku seperti orang yang tua.
Aku mohon, jangan memaksaku dengan keras untuk mandi.
Tubuhku lemah.
Orang yang tua mudah sakit ketika mereka kedinginan.
Aku berharap aku tidak mempermalukanmu.
Ingatkah kamu ketika kamu kecil?
Aku mengejar dan menangkapmu karena kau tidak mau mandi.


Aku berharap engkau bisa sabar denganku.
Ketika aku mulai mudah ngambek dan mengomel.
Itu semua bagian dari “tua”.
Kamu akan mengerti ketika kamu semakin tua.


Dan jika kamu memiliki sisa waktu, aku berharap kita bisa berbincang-bincang walau hanya sebentar.
Aku selalu sendiri setiap waktu dan tidak memiliki satupun teman untuk berbincang-bincang.
Aku tahu kamu sibuk bekerja.
Sekalipun kamu tidak tertarik pada ceritaku,
mohon luangkanlah waktu untukku.


Ingatkah kamu ketika masih kecil?
Aku meluangkan waktu untuk mendengarkan ceritamu tentang mainan dan boneka-bonekamu?
Ketika waktu itu datang, aku sakit dan terbaring di tempat tidur.
Aku berharap kamu sabar merawatku.


Aku minta maaf,
jika tiba-tiba buang air di tempat tidur atau menyusahkanmu.
Aku berharap kamu sabar merawatku sampai akhir hidupku.


Aku akan pergi dalam waktu yang tidak lama lagi.
Ketika waktu kematianku datang,
Aku berharao kamu bisa memegang tanganku
dan memberiku kekuatan untuk menghadapi “mati”.


Dan jangan cemas,
Ketika nanti aku bertemu Tuhan, aku akan berbisik pada-Nya.
Untuk memberkatimu dan merahmatimu,
Karena kamu mencintai ibu dan ayah
Dan jika kamu menikah tanpa ada aku, percayalah aku akan berbisik pada Tuhan "Tuhan, itu putriku yang sedang menikah. Sangat cantik bukan? "
Terima kasih banyak telah mencintai ibu dan ayahmu.
Terima kasih banyak telah merawat kami,
Kami mencintaimu dengan banyak cinta….

-Ibu dan Ayah-

Quote:
Spoilerfor :








Sedikit Puisi tentang seorang anak yang sudah "ditinggal" orang tuanya :')
Spoilerfor Puisi:

Ayah, ibu, tak terbiasa aku hidup tanpamu
Sepi rasanya dunia ini tanpa hadirmu
Termenung sendiri mengingat canda tawamu
Mengingat semua keluh kesahmu

Tak ada kata lain selain rindu untukmu
Merindumu adalah makanan sehari-hariku
Menangis kala ku ingat senyum manis mu
Sedih rasanya hati ini mengingat tingkah lakumu

Disini aku kan selalu berdoa untukmu
Berdoa supaya engkau tenang disisi-Nya
Ditempat yang paling indah disana
Selalu akan ku doakan yang terbaik

Ku mencintaimu ibu, ayah
Selalu mencintaimu
Tersimpan kokoh dalam hati
Tak akan pernah terganti

:"")
    Kata kata  "Tiada yang lebih indah ketika kita menikah dan kita wisuda kelulusan di saksikan oleh kedua orang tua kita.
Sayangi mereka selagi ada."
Read more
0

[Pict] Foto-foto Penuh Emosi



Foto bisa menampilkan sesuatu yang begitu luar biasa
Berikut adalah kumpulan foto yang menunjukkan
kesedihan saat kehilangan, kehebatan dari sebuah kesetiaan, dan juga kekuatan dari manusia
 @kaskus




Spoilerfor 1:
Quote:Keberanian seorang pemuda Surabaya mengibarkan kembali
bendera Merah Putih di atas Hotel Yamato


Spoilerfor 2:
Quote:Kebahagiaan yang tampak di wajah para tawanan Nazi yang bebas dari
“Death Train” yang menuju kamp konsentrasi



Spoilerfor 3:
Quote:Foto pertama saat ditemukannya kembali Candi Borobudur



Quote:Mungkin kita bisa melihat juga bahwa seseorang membuat sebuah pilihan..
Spoilerfor 4:
Quote:Seorang tawanan perang menatap dengan berani
seorang petinggi Nazi saat dia ditawan di kamp konsentrasi


Spoilerfor 5:
Quote:Pensiunan kapten polisi ditangkap karena ikut berpartisipasi
dengan para pendemo di Wall Street 2011



Quote:Pilihan untuk hidupnya,
Pilihan untuk berani melakukan sesuatu yang takut dilakukan oleh orang lain..
Pilihan yang dipercayainya..

Spoilerfor 6:
Quote:Kedua Atlet Keturunan Afrika-Amerika mengangkat tangannya di Olympic tahun 1986
sebagai simbol keprihatinan terhadap isu rasisme di tahun tersebut
Keduanya didiskualifikasi setelah kejadian tersebut


Spoilerfor 7:
Quote:Seorang pria dengan berani menghalangi laju tank-tank saat demonstrasi Tianmen 1989

Quote:Foto dari Sudut lain.. Pria tersebut dapat terlihat di kiri atas
sedang menghalangi laju rombongan tank tersebut


Quote:Dan kadang kita bisa melihat kepolosan atau keluguan
yang tergambar di tengah kejadian..

Spoilerfor 8:
Quote:Anak kecil memberikan balon berbentuk hati
kepada polisi yang berjaga saat demonstrasi di Bucharest


Quote:Kepolosan di tengah sesuatu yang masih belum bisa dimengerti oleh mereka..
Spoilerfor 9:
Quote:John F. Kennedy Jr. memberikan penghormatan terakhir kepada saat pemakaman ayahnya

Spoilerfor 10:
Quote:Seorang anak menerima bendera dengan menahan tangisnya saat pemakaman ayahnya

Quote:Atau sebuah momen berkabung..
Spoilerfor 11:
Quote:Seorang biksu berdoa untuk seorang pria tua
yang meninggal tiba-tiba saat menunggu kereta di China


Spoilerfor 12:
Quote:Seorang pendeta memberikan doa terakhir
untuk tentara yang terluka saat pemberontakan di Venezuela


Quote:Kadang kamera langsung mengambil makna kejadian yang ada di depannya..
Dan membuatmu dapat benar-benar merasakan
kejadian tersebut dengan melihatnya..

Spoilerfor 13:
Quote:Bayi berhasil ditemukan selamat oleh seorang tentara
setelah empat hari setelah tsunami Jepang 2011


Spoilerfor 14:
Quote:Seorang pemadam kebakaran memberikan minum untuk koala saat kebakaran hutan di Australia

Spoilerfor 15:
Quote:Seorang wanita menancapkan bunga di bayonet pistol
seorang tentara saat protes di depan Pentagon


Spoilerfor 16:
Quote:Tentara Jerman yang menjadi tawanan perang
bertemu kembali dengan anak perempuannya
Anak tersebut tidak pernah melihat ayahnya sejak umur 1 tahun.


Quote:Dan kadang kamera berputar membelakanginya,
Tetapi kita masih bisa melihat sesuatu yang tergambar
dari wajah mereka apa yang mereka rasakan..

Spoilerfor 17:
Quote:Warga Perancis menangis dalam keputusasaan
saat pasukan Nazi berhasil menguasai Paris saat Perang Dunia II


Spoilerfor 18:
Quote:Warga Korea menangis setelah akhirnya harus berpisah dengan saudara
Mereka hanya boleh dipertemukan selama 3 hari saja
setelah terpisah selama 50 tahun sejak Perang Korea 1950-53


Spoilerfor 19:
Quote:Seorang anak menangis saat gurunya dimakamkan.
Gurunya telah menyelamatkan hidupnya dari kemiskinan


Quote:Terkadang pula benda yang difoto tidak ada dalam gambar tersebut..
Tapi itu masih di sana dan bisa kita rasakan..

Spoilerfor 20:
Quote:Seekor anjing menunggu di kuburan majikannya yang meninggal
karena tanah longsor di Rio de Janeiro, Brazil


Spoilerfor 21:
Quote:Veteran Rusia berlutut di sebelah tank perang yang dinaikinya saat perang dulu
Sekarang tank tersebut telah menjadi monumen


Spoilerfor 22:
Quote:Seorang ayah berlutut dan berdoa di depan nama anaknya yang meninggal saat peristiwa 9/11

Quote:Temanya selalu simple dan bisa kita rasakan..
Kehilangan, Kelegaan, Kebahagiaan..
Dan itu semua tergambar dalam foto tersebut..

Spoilerfor 23:
Quote:Seekor Anjing berhasil bertemu kembali dengan majikannya setelah Tsunami 2011

Spoilerfor 24:
Quote:Wanita menangis di sebelah rombongan mobil jenazah
Sepupunya meninggal saat tugas sebagai tentara.


Spoilerfor 25:
Quote:Pemain legendaries Pele dan kapten tim Inggris, Booby Moore saling bertukar Jersey
di tahun 1970 World Cup simbol saling menghargai
Di tahun tersebut, masih terjadi isu rasisme di World Cup


Quote:Dan tidak perlu lagi kata-kata untuk menjelaskannya..
Spoilerfor 26:
Quote:Dua orang jurnalis akhirnya bisa bertemu lagi
dengan keluarganya setelah ditangkap dan ditahan di Korea Utara


Spoilerfor 27:
Quote:Anak dan Ibu saling berpelukan setelah melihat rumah mereka hancur karena badai

Spoilerfor 28:
Quote:Seorang tentara wanita menangis bahagia
karena berhasil bertemu kembali dengan anaknya setelah tugas di Afghanistan


Spoilerfor 29:
Quote:Tiga Bersaudari berfoto dengan pose sama dalam beberapa tahun

Spoilerfor 30:
Quote:Bisakah agan melihat bintik biru kecil di foto ini?..
Bintik kecil itu adalah Bumi kita
Foto ini diambil oleh Voyager I yang telah meninggalkan Sistem Tata Surya


Update

Quote:Quote:Ekspresi kebahagian seorang anak yatim piatu
yang mendapatkan sumbangan sepatu baru


Quote:Quote:Warga Lithuania menghadang tank yang akan meratakan menara TV
Mereka melakukan perlawanan terhadap perilaku komunis Uni Soviet
yang selalu membatasi arus informasi
Beberapa warga meninggal karena terlindas tank

Quote:Quote:Seorang ayah menangis melihat potongan tangan putrinya
Putrinya dihukum potong tangan karena dianggap memanen terlalu banyak


Quote:Quote:Seorang biksu membakar diri sebagai bentuk protes
terhadap kekerasan yang dialami oleh temannya


Quote:Dari Agan KARYOEKU
Foto-foto dari Kejadian Tsunami Aceh 2004




Quote:Dari agan wie84Quote:Seorang anak kecil umur 8 tahun meninggal karena luka di kepala.
Tapi nyawanya telah menyelematkan 4 orang sebab dia telah
menyumbangkan empat organ tubuhnya
Para dokter membungkuk untuk berterimakasih kepada anak tersebut



Quote:Dari agan bentobagaskaraQuote:Foto terakhir dari politisi di Filipina
Sebelum tertembak dia berhasil memotret sang pembunuh
Sayangnya sang politis meninggal saat perjalanan ke rumah sakit



Quote:Seorang tentara membantu temannya yang tertembak kakinya
Namun, hal tersebut membuatnya tertembak juga saat menolong kawannya



Quote:Sebuah biodata mengharukan dari anak kecil yang meninggal
Biodata tersebut tertulis :
Umur: 2
Mainan Favorit: Boneka
Makanan Favorit: Nasi dan keripik
Sahabat: Ayah
Perilaku: Gadis baik baik
Penyebab Kematian: Terbentur tembok



Quote:Seorang pencuri makanan yang tidak punya hati mencuri makanan dari anak yang kelaparan ini


Quote:Seorang ibu secara terang-terangan menjual keempat anaknya di Chicago 1948


Quote:Masih ada senyuman saat mereka difoto
Padahal mereka adalah pilot tentara Jepang yang akan menjalankan misi bunuh diri



Quote:Foto ini tampak biasa
Turis dan anaknya itu tidak merasa bahwa mobil di sebelahnya adalah bom waktu
yang akan meledak beberapa detik kemudian
Bom meledak dan membunuh 29 jiwa dan 300 luka-luka



Quote:Seorang anak menangis saat melihat ayahnya yang berbaring di peti matinya


Quote:Tulisan motivasi seorang pejuang kanker di meja kerjanya
Dia menuliskan bahwa ini bukan penyakit, tapi sebuah tantangan
Dia berjanji untuk lebih banyak tersenyum, dan mengatakan 'I love you' dan 'Thank You'



Quote:Ini merupakan foto seorang pengantin cilik yang sudah tentu belum cukup usia untuk menikah
Pernikahan dini merupakan hal biasa terjadi di India

Read more
Diberdayakan oleh Blogger.